PERANGKAT PEMBELAJARAN

 

PERANGKAT PEMBELAJARAN

BY : Mala Azizah_PAI 4G

Dosen Pengampu: Farninda Aditya, S.Pd,I. M.Pd

  1. Pengertian Perangkat Pembalajaran

Perangkat pembelajaran merupakan hal yang harus disiapkan oleh guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Dalam KBBI (2007: 17), perangkat adalah alat atau perlengkapan, sedangkan pembelajaran adalah proses atau cara menjadikan orang belajar. Menurut Zuhdan, dkk (2011: 16) perangkat pembelajaran adalah alat atau perlengkapan untuk melaksanakan proses yang memungkinkan pendidik dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran. Perangkat pembelajaran menjadi pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium atau di luar kelas.

Dalam Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah disebutkan bahwa penyusunan perangkat pembelajaran merupakan bagian dari perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk silabus dan RPP yang mengacu pada standar isi. Selain itu, dalam perencanaan pembelajaran juga dilakukan penyiapan media dan sumber belajar, perangkat penilaian, dan skenario pembelajaran.Menurut Nievan (Nufus, 2013), perangkat pembelajaran dikatakan berkualitas baik jika memenuhi aspek kualitas: validitas, kepraktisan, dan keefektifan. Perangkat pembelajaran dikatakan berkualitas baik jika memenuhi kriteria sebagai berikut:

1.      Validitas

1.Perangkat dikatakan baik dan valid jika menurut penilaian validator setiap komponen yang ada pada setiap perangkat yang dikembangkan berhubungan secara konsisten dan dalam kategori baik.

2.       Kepraktisan

2.Perangkat dikatakan praktis apabila berdasarkan hasil observasi keterlaksanaan perangkat pembelajaran memenuhi kedua indikator berikut:

2.a) Menunjukan bahwa semua aspek atau kelompok pada setiap fase dalam perangkat pembelajaran mudah digunakan oleh guru atau terlaksana sesuai dengan petunjuk yang diberikan pada saat guru melaksanakan pembelajaran dikelas.

2.b) Menunjukan bahwa aktivitas yang dilakukan siswa selama proses pembelajaran berlangsung baik dan lancar.

3.       Keefektifan Perangkat pembelajaran dikatakan efektif apabila memenuhi indikator:

3.a) Ketercapaian hasil belajar disesuaikan dengan standard nilai ketuntasan minimum (KKM) yang ditentukan sekolah. b) Respon siswa terhadap pembelajaran adalah positif jika presentase banyak siswa yang menyatakan positif.Perangkat pembelajaran yang dikembangkan dalam penelitian ini meliputi:

3.(1) Rencana pelaksanaan pembelajaran, (2) Lembar kerja siswa. Dalam penelitian ini perangkat yang dikembangkan mencakup dua aspek kualitas yaani (1) kevalitan, menurut penilaian validator setiap komponen yang ada pada setiap perangkat yang dikembangkan berhubungan secara konsisten dan dalam kategori baik, (2) kepraktisan, Menunjukan bahwa semua aspek atau kelompok pada setiap fase dalam perangkat pembelajaran mudah digunakan oleh guru atau terlaksana sesuai dengan petunjuk yang diberikan pada saat guru melaksanakan pembelajaran dikelas.

Di dalam pengembangan perangkat pembelajaran dengan strategi contextual teaching learning yang menjadi tujuan penelitian adalah menganalisis kelayakan dan menganalisis hasil belajar siswa. Berdasarkan kurikulum 2006 perangkat pembelajaran terdiri atas:

  • Rencana Pelaksanaan Pembelajaran
  • Rencana pelaksanaan pembelajaran merupakan suatu rencana yang berisi prosedur atau langkah-langkah kegiatan guru dan siswa yang disusun secara sistematis digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pembelajaran didalam kelas.Lembar kerja siswa.
  • Lembar kerja siswa adalah lembar-lembar berisi tugas. Lembar kerja siswa biasanya berupa petunjuk, langkah-langkah untuk menyelesaikan tugas. Suatu tugas yang diperintahkan dalam lembar kegiatan harus jelas KD yang akan dicapainya. Lembar kegiatan dapat digunakan untuk mata pelajaran apa saja. Tugas tugas sebuah lembar kegiatan dapat dilakukan oleh peserta didik secara baik apabila tidak dilengkapi dengan buku lain atau referensi lain yang terkait dengan materi tugasnya. LKS adalah perangkat pembelajaran yang menjadi pendukung buku dalam pencapaian kopetensi dasar siswa. Lembar ini berguna untuk mengarah proses belajar siswa, dimana pembelajaran berorientasi kepada peserta didik, maka dalam serangkaian aktifitas siswa harus berkenan dengan tugas-tugas dan penemuan konsep.
  • Penilaian hasil belajar
  • Penilaian merupakan kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Penilaian hasil belajar IPS dilakukan pada keseluruhan aspek yaitu aspek kognitif, afektif, dan psikomotor. Pencapaian kompetensi dasar dilakukan berdasarkan ketuntasan indikator.
  1. Contoh Salah Satu Perangkat Pembelaajaran

Perangkat pembelajaran tema “Keindahan Alam Negeriku” ini bertujuan untuk mengembangkan karakter disiplin dan peduli dimaksudkan agar peserta didik memiliki sikap yang disiplin dan kepedulian yang tinggi terhadap sesama manusia dan makhluk hidup di lingkungan sekitarnya. Selain itu, juga bertujuan untuk membimbing peserta didik di dalam kegiatan pembelajaran dan mempermudah penyerapan ilmu.

Perangkat pembelajaran efektif untuk menanamkan karakter disiplin dan peduli.perangkat pembelajaran berbasis karakter memiliki kelebihan pada proses scientific approach yang mendorong peserta didik dalam penanaman karakter. Berdasarkan hasil observasi karakter disiplin dan peduli pada kelas eksperimen dan kelas kontrol menunjukkan peningkatan pada kelas eksperimen lebih besar daripada kelas kontrol.

Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan rerata peningkatan karakter disiplin dan peduli peserta didik yang mengikuti pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan dengan peserta didik yang mengikuti pembelajaran tanpa menggunakan perangkat pembelajaran yang telah dikembangkan. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan perangkat pembelajaran ini memberikan pengaruh positif terdahap peningkatan karakter peserta didik. Hal ini senada dengan pendapat Stedje (2010:4), “Character education occurs each minute in the classroom”.

Artinya, bahwa pendidikan karakter terjadi setiap menit di dalam kelas. Karakter peserta didik akan semakin terbentuk dengan semakin seringnya peserta didik melakukan aktivitas pada berbasis karakter karena karakter merupakan sifat desposisi seseorang yang relatif stabil.

Perangkat pembelajaran yang dikembangkanmemuat unsur pedagogik yangterdiri atas penemuan konsep, petunjuk belajar yang tertera di dalam bagan dengan kalimat yang jelas dan mudah dipahami, adanya kompetensi yang akan dicapai dan indikator penjabarannya, informasi pendukung yang bervariasi, singkat, dan menarik, petunjuk kerja atau lembar kerja yang sesuai dengan kegiatan yang akan dilakukan misalnya terdapat lembar wawancara, lembar kegiatan individu, lembar kegiatan kelompok, lembar berimajinasi, lembar berkreasi dengan alam, dan lembar membuat poster dan mempublikasikannya.

Kegiatan dalam perangkat pembelajaran ini mengarahkan dan memicu pada kegiatan yang menarik, demonstrasi, wawancara, berkreasi, berimajinasi, dokumentasi, bertukar pikiran, dan lainnya. Perangkat pembelajaran ini memiliki bagan penguatan karakter pada setiap pertemuan yang berisi simpulan kegiatan pembelajaran dan penguatan karakter disiplin dan peduli.

Di dalam perangkat pembelajaran ini terdapat lima kegiatan dengan pendekatan scientific yang sesuai dengan pengembangan karakter. Temuan dalam uji lapangan mengenai karakter disiplin dan peduli sebagai berikut. Pertama, karakter disipin terlihat dari meningkatnya kedispinan dalam hal waktu, tidak terlambat ketika berangkat sekolah,tanggung jawab dalam melaksanakan tugas, dan taat pada tata tertib.Kedua, karakter peduli terlihat dari meningkatnya rasa kepedulian peserta didik terhadap lingkungan.

Melalui poster yang dibuat, siswa mengajak siswa lain untuk menjaga lingkungan. Melalui pembiasaan, siswa  melaksanakan tugas piketkelas, membuang sampah pada tempatnya. Siswa juga bertanggung jawab untuk memelihara tanaman di depan kelas dan di halaman sekolah.

Perangkat pembelajaran ini secara khusus membangun dua karakter yang spesifik, yaitu karakter disiplin dan peduli. Peserta didik diajak untuk memahami, melakukan, dan membiasakan perilaku disiplin dan peduli di dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, di rumah, dan di lingkungan masyarakat. Perangkat pembelajaran ini juga membangun kepedulian peserta didik terhadap makhluk hidup di lingkungannya dengan tidak merusak lingkungan, menjaga, merawat dan melestarikannya.

Perangkat pembelajaran berbasis scientific approach subtema Keindahan Alam Negeriku yang dikembangkan untuk membangun karakter kepedulian dan kedisiplinan dinilai layak untuk digunakan menurut ahli materi dengan nilai sangat baik pada produk perangkat pembelajaran.  Perangkat pembelajaran berbasis scientific approach subtema Keindahan Alam Negeriku yang dikembangkan untuk membangun karakter kepedulian dan kedisiplinan dinilai layak digunakan menurut ahli pembelajaran dengan nilai sangat baik pada produk perangkat pembelajaran.

 Perangkat pembelajaran berbasis scientific approach subtema Keindahan Alam Negeriku terbukti efektif untuk membangun karakter kepedulian siswa kelas IV. Hal ini didasarkan pada uji coba lapangan operasional dengan hasil uji t sebesar 4, 854 pada karakter peduli lebih besar dari tabel sebesar 1,684 sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan terhadap pengembangan karakter peduli antara siswa yang mengikuti pembelajaran tanpa perangkat pembelajaran dan menggunakan perangkat pembelajaran hasil pengembangan. 

Perangkat pembelajaran berbasis scientific approach sub tema Keindahan Alam Negeriku terbukti efektif untuk membangun karakter kedisiplinan siswa kelas IV. Hal ini didasarkan pada uji coba lapangan operasional yang menggunakan uji tes pada kelas control dan kelas eksperimen dengan hasil uji t sebesar 1,926 pada karakter disiplin lebih besar dari t tabel sebesar 1,684.

Sehingga dapat disimpulkan ada perbedaan yang signifikan terhadap pengembangan karakter disiplin antara siswayang mengikuti pembelajaran tanpa perangkat pembelajaran dan menggunakan perangkat pembelajaran hasil pengembangan.

Perangkat pembelajaran adalah sekumpulan sumber belajar yang memungkinkan siswa dan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran (Hobri, 2010:31).

·         Perangkat pembelajaran yang dimaksud meliputi rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), lembar kerja siswa (LKS), buku guru (BG), buku siswa (BS), dan tes hasil belajar. Oleh karena itu sangat dibutuhkan pengembangan perangkat pembelajaran agar dapat memenuhi kebutuhan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar matematika di sekolah serta dapat mencapai tujuan penyelenggaraan kelas.

·         Dalam penyusunan perangkat pembelajaran dibutuhkan metode yang sesuai untuk dapat mencapai tujuan pembelajaran. Peneliti mencoba untuk menggunakan.pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik (PMR). Pendekatan ini dipilih dalam penyusunan perangkat bertujuan untuk mengkonstruksi konsep matematika yang berasal dari dunia nyata atau informal ke dalam bentuk formal. Permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari digunakan sebagai titik tolak pembelajaran matematika. Siswa diberi kesempatan untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan pembelajaran dan dapat membangun sendiri pengetahuan dari realita yang ada di sekitarnyaPeraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

·         Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah menyatakan bahwa perencanaan pembelajaran dirancang dalam bentuk Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang mengacu pada Standar Isi. Penyusunan Silabus dan RPP disesuaikan pendekatan pembelajaran yang digunakan. Menerangkan silabus, O’Brien (2008: 13), menyatakan bahwa silabus merupakan dokumen singkat yang memuat informasi dasar tentang materi pembelajaran, siapa yang mengajar, keterampilan apa yang akan didapat, buku apa yang digunakan, perlengkapan apa saja yang diperlukan, tes apa yang akan digunakan, bagaimana sistem penilaian. Silabus juga dapat menyampaikan struktur pembelajaran dan organisasi pembelajaran dan memperjelas tujuan utama, menyediakan rencana umum dan referensi.

Silabus dapat memperjelas tanggung jawab guru dan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hal ini dapat memberikan gambaran pada siswa untuk menilai rencana pembelajaran dengan rasional meliputi konten, kegiatan, kebijakan, dan penjadwalan untuk melakukan kontrol atas proses belajar mereka. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah dinyatakan bahwa silabus merupakan acuan penyusunan kerangka pembelajaran untuk setiap bahan kajian mata pelajaran.

 

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Agnes Remi Rando, Pengembangan Perangkat Pembelajaran dalam Implementasi Strategi Contextual Learning Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Pokok Bahasan Perkembangan Teknologi, Vol.1, No.1, 2016

Dewi Santi, dkk. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Matematika Realistik Pada Pokok Bahasan Lingkaran Kelas VIII SMP, Vol.6, No.1, April 2015

Herninda Hotmartua Sitorus, Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Pendekatan Saintifik Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Matematika Siswa di SMP Negeri 6 Medan, Vol.5, No.1, April 2019

Masitah, Pengembangan Perangkat Pembelajaran untuk Memfasilitasi Guru Menumbuhkan Rasa Tanggung Jawab Siswa SD Terhadap Masalah Belajar, Vol.15, Nomor.1,Oktober 2018.

Muhammad Rajabi, dkk. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Instalasi Sistem Operasi dengan Model Pembelajaran Berbasis Proyek,Vol.3, No.1, Februari 2015

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERANGKAT PEMBELAJARAN (SILABUS, RPP, MEDIA PEMBELAJARAN, BAHAN AJAR, LKS DAN PERANGKAT EVALUASI)

Empat Kompetensi Guru Profesional

STRATEGI PEMBELAJARAN