STRATEGI PEMBELAJARAN
STRATEGI PEMBELAJARAN
By:
Mala Azizah_PAI 4G
Dosen Pengampu: Farninda
Aditya, S.Pd,. M.Pd
A. A. Pengertian Strategi dan
Pembelajaran
Strategi merupakan cara atau suatu kegiatan merancang,
nah jika di kaitan dengan pembelajaran maka strategi merupakan kegiatan atau
cara merancang sebuah pembelajara. Dalam pembelajaran perlu ada rancangan atau
strategi yang bertujuan sebagai acuan pegangan ketika ingin melakukan sesuatu.
Secara umum strategi merupakan suatu teknik tertentu yang digunakan untuk
mencapai tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa edisi keduaa (1989), strategi
adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa-bangsa untuk
melaksanakan kebijaksanaan tertentu dalam perang dan damai.
Pengertian Pembelajaran , Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan
pendidik dansumber belajar pada suatu lingkungan belajar (UU No. 20 Tahun 2003
tentang Sistem Pendidikan Nasional). Intinyanadalah usaha untuk membuat peserta
didik belajar. Dengan kata lain, pembelajaran merupakan upaya menciptakan
kondisi agar terjadi kegiatan belajar. Kegiatan pembelajaran tidak akan berarti
jika tidak menghasilkan kegiatan belajar pada para peserta didiknya. Kegiatan
belajar hanya bisa berhasil jika peserta didik belajar secara aktif mengalami
sendiri proses belajar.
Kegiatan pembelajaran dirancang
untukmemberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan
fisiknmelalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru,
lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar
(BSNP,2006). Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melaluipenggunaan
strategi pembelajaran yangbervariasi dan berpusat pada pesertadidik (student
centred). Pengalamanbelajar memuat kecakapan hidup yangperlu dikuasai peserta
didik.
Strategi pembelajaran mencakup seluruh
komponen materi pembelajaran dan prosedur atau tahapan kegiatan belajar
yang/atau digunakan oleh guru dalam rangka membantu peserta didik mencapai
tujuan pembelajaran tertentu (Dick & Carey, 1990). Oleh karena itu,
strategi pembelajaran bukan hanya terbatas pada prosedur atau tahapan kegiatan
belajar saja, melainkan termasuk juga pengaturan materi atau paket program
pembelajaran yang akan disampaikan kepada peserta didik.
Strategi pembelajaran menurut
konstruktivistik menekankan penggunaan pengetahuan secara bermakna, urutan
pembelajaran mengikuti pandangan peserta didik, dan menekankan proses, serta
aktivitas belajar dalam konteks nyata, bukan mengikuti urutan dalam buku teks.
Sedangkan evaluasi pembelajaran menekankan penyusunan makna secara aktif yang
melibatkan keterampilan terintegrasi dengan menggunakan masalah dalam konteks
nyata, menggali berpikir secara divergen, menuntut pemecahan ganda bukan hanya
jawaban benar, dan evaluasi merupakan bagian utuh dari proses pembelajaran
(Degeng, 2007).
Strategi belajar dapat digambarkan sebagai
sifat dan tingkah laku. Oxford mendefinisikan strategi belajar sebagai tingkah
laku yang dipakai oleh pembelajar agar pembelajaran bahasa berhasil, terarah,
dan menyenangkan. Strategi belajar mengacu pada perilaku dan proses berfikir
yang digunakan serta mempengaruhi apa yang dipelajari. Strategi pembelajaran
bahasa adalah tindakan melaksanakan rencana dengan menggunakan beberapa variabel
seperti tujuan, bahan, metode, dan alat, serta evaluasi agar mencapai tujuan
yang telah ditetapkan.Strategi belajar menurut Huda (1999), antara lain:
- Strategi Utama dan Strategi Pendukung.
Strategi utama dipakai
secara langsung dalam mencerna materi pembelajaran. Strategi pendukung dipakai
untuk mengembangkan sikap belajar dan membantu pembelajar dalam mengatasi
masalah seperti gangguan, kelelahan, frustasi, dan lain sebagainya.
- Strategi Kognitif dan
Strategi Metakognitif
Strategi kognitif dipakai
untuk mengelola materi pembelajaran agar dapat diingat untuk jangka waktu yang
lama. Strategi metakognitif adalah langkah yang dipakai untuk mempertimbangkan
proses kognitif, seperti monitoring diri sendiri, dan penguatan diri sendiri.
- Strategi Sintaksis dan Strategi Semantik.
Strategi sintaksis adalah kata fungsi, awalan,
akhiran, dan penggolongan kata. Strategi semantik adalah berhubungan dengan
objek nyata, situasi, dan kejadian.Strategi pembelajaran berdasarkan
klasifikasinya, sebagai berikut:
·
Penekanan Komponen
dalam Program
Pengajaran Komponen program pengajaran anatara lain yang berpusat pada pengajar,
peserta didik, dan materi pengajaran. Berpusat pada pengajar, pengajar
menyampaikan informasi kepada peserta didik. Teknik penyajian adalah teknik
ceramah, teknik team teaching, teknik sumbang saran, teknik demonstrasi, dan
teknik antar disiplin. Berpusat pada peserta didik, strategi pembelajaran
seperti ini memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada peserta didik untuk
aktif dan berperan dalam kegiatan pembelajaran.
Dalam hal ini, pengajar
berperan sebagai fasilitator dan motivator. Teknik penyajian adalah teknik
diskusi, teknik kerja kelompok, teknik penemuan, teknik eksperimen, teknik
kerja lapangan, dan teknik penyajian kusus. Berpusat pada materi pengajaran,
materi terbagi dua yaitu materi formal dan materi informal. Materi formal
adalah isi pelajaran yang terdapat dalam buku-buku teks resmi disekolah,
sedangkan materi informal adalah bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari
lingkungan sekolah. Teknik penyajian adalah tutorial, teknik modular, teknik
pengajaran terpadu, dan teknik demonstrasi.
·
Kegiatan Pengolahan
Pesan atau Materi
Dibedakan menjadi dua,
yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk penguraian,
baik berupa bahan tertulis maupun penjelasan secara verbal. Strategi
pembelajaran heuristik adalah sebuah strategi yang menyiasati agar aspek-aspek
dari komponen-komponen pembentuk sistem intruksional mengarah kepada
pengaktifan peserta didik untuk mencari dan menemukan fakta, prinsip, serta
konsep yang mereka butuhkan.
·
Pengelohan Pesan
atau Materi
Dibedakan menjadi dua,
yaitu strategi pembelajaran dedukasi adalah pesan diolah mulai dari hal umum
menuju kepada hal khusus. Misalnya bila pengajaran tentang kalimat tunggal,
maka dimulai dengan definisi kalimat tunggal, contoh-contoh kalimat tunggal,
dan dilanjutkan penjelasan ciri-ciri kalimat tunggal. Sedangkan strategi
pembelajaran induksi adalah pesan diolah mulai dari hal-hal yang khusus menuju
kepada konsep yang bersifat umum.
Misalnya bila pengajaran
tentang kalimat tunggal, maka dimulai dengan memberikan contoh-contoh kalimat
tunggal, ciri-ciri kalimat tunggal sehingga peserta didik dapat mendefinisikan
sendiri tentang kalimat tunggal.
·
Cara Memproses
Penemuan
Dibedakan menjadi dua,
yaitu strategi pembelajaran ekspositoris merupakan strategi berbentuk
penguraian yang dapat berupa bahan tertulis atau penjelasan verbal. Strategi
penemuan (discovery) adalah proses yang mampu mengasimilasikan sebuah konsep
atau prinsip. Seperti mengamati, mencerna, mengerti, menggolongkan, menduga,
menjelaskan, dan membuat kesimpulan.
B.
Komponen Strategi Pembelajaran
Dalam menerapkan strategi pembelajaran, ada
beberapa komponen yang harus diperhatikan agar dalam kegiatan pembelajaran
dapat mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Pendapat Dick and Carey sebagaimana dikutip Suparman, menyebutkan 5
komponen umum strategi pembelajaran yakni: (a) kegiatan pembelajaran
pendahuluan, (b) penyampaian informasi, (c) partisipasi peserta didik, (d) tes,
dan (e) kegiatan tindak lanjut (Suparman, 2004).
Sedangkan pendapat Gagne and Briggs,
sebagaimana dikutip oleh Suparman, bahwa komponen strategi pembelajaran yang
disebut sebagai sembilan urutan kegiatan pembelajaran, yaitu: (a) memberikan
motivasi atau menarik perhatian, (b) menjelaskan tujuan pembelajaran kepada
peserta didik, (c)mengingatkan kompetensi prasyarat, (d) memberi stimulus
(masalah, topik, konsep), (e) memberi petunjuk belajar (cara mempelajari), (f)
menimbulkanpenampilan peserta didik, (g) memberiumpan balik, (h) menilai
penampilan, dan (i) menyimpulkan
(Suparman, 2004).
Naman kenyataannya,
tidak semua mata pelajaran memerlukan kesembilan strategi pembelajaran
tersebut, tergantung pada karakteristik peserta didik dan jenis tingkah laku
yang dituntut dalam tujuan/kompetensi. Strategi pembelajaran terdiri dari lima
komponen utama, yaitu: (a) urutan kegiatan pembelajaran, (b) metode, (c) media,
dan (d) waktu (Suparman, 2004). Sedangkan urutan kegiatan pembelajaran secara
umum terdiri dari tiga tahap, yaitu:
Ø Pendahuluan (introduction)
ØPada tahap awal atau persiapan, kegiatan dimaksudkan untuk mempersiapkan
mental peserta didik dalam mempelajari pengetahuan, keterampilan dan sikap
baru. Artinya guru sebaiknya mempersiapkan peserta didik agar memperhatikan dan
belajar secara sungguh-sungguh selama tahap penyajian. Guru juga hendaknya
menjelaskan secara singkat tentang materi yang akan dipelajari peserta didik,
kegunaan materi tersebut dalam kehidupan sehari-hari, hubungan atau relevansi
materi tersebut dengan materi yang telah dikuasai peserta didik dan
tujuan/kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik pada akhir kegiatan.
Tujuan kegiatan pada
tahap pendahuluan ini untuk: (a) memberikan motivasi dan memusatkan perhatian
peserta didik agar mereka bisa mempersiapkan diri untuk menerima pelajaran dan
(b) mengetahui kemampuan peserta didik atau apa yang telah dikuasai peserta
didik sebelumnya dan berkaitan dengan materi pelajaran yang akan disampaikan.
Hal-hal yangmemberikan gambaran singkat tentang isi pelajaran, menjelaskan
relevansi isi pelajaran baru dengan pengalaman peserta didik, dan menjelaskan
tentang tujuan pembelajaran.
Ø Penyajian (presentation) Tahap penyajian merupakan proses pembelajaran yang utama atau inti dari
kegiatan pembelajaran. Tahap ini meliputi bagian-bagian sebagai berikut:1)
Uraian (explanation) adalah penjelasan tentang materi pelajaran atau konsep,
prinsip, dan prosedur yang akan dipelajari peserta didik. Uraian, baik dalam
bentuk verbal maupun non verbal seperti penggunaan media gambar, benda
sebenarnya, model, demontrasi, simulasi dan sebagainya. Pada saat memberikan
uraian ini guru dapat menggunakan berbagai metode seperti ceramah, diskusi,
demonstrasi, dan sebagainya.
Ø2) Contoh (example) dan non contoh (non example) adalah benda atau
kegiatan yang ada di sekitar peserta didik sebagai wujud materi pelajaran yang
sedang diuraikan, baik bersifat positif maupun negatif. Oleh karena itu, guru
perlu memberikan contoh dan non contoh yang praktis dan kongkrit dari uraian
konsep yang masih abstrak agar menjadi jelas bagi peserta didik.
3).Latihan (exercise)
adalah kegiatan praktik bagi peserta didik untuk menerapkan konsep, prinsip
atau prosedur yang masih abstrak sesuai dengan kehidupan sehari-hari. Dengan
latihan, peserta didik akan belajar aktif sehingga mudah menguasai materi yang
sedang dipelajari. Latihan yang dilakukan peserta didik harus diikuti dengan
petunjuk, bimbingan dan koreksi sehingga peserta didik benar- benar
menguasainya. Namun, perlu diingat bahwa latihan merupakan bagian dari proses
pembelajaran, bukan tes.
Ø Penutup (test and follow up) Kegiatan pada tahap penutup merupakan
kegiatan akhir dalam urutan kegiatan pembelajaran. Tujuan dari kegiatan tahap
penutup adalah untuk memberikan penegasan atau kesimpulan dan penilaian
terhadap penguasaan materi pelajaran yang telah diberikan, baik tes formatif
dan umpan balik (follow up). Selanjutnya adalah kegiatan tidak lanjut. Kegiatan
akhir pembelajaran yang mencakup:
1) Pelaksanaan tes
hasil belajar untuk mengukur kemajuan belajar peserta didik. Tes ini sering
disebut sebagai tes formatif yang dapat diberikan secara lisan atau tertulis.
2) Umpan balik
(feedback) adalah informasi hasil tes peserta didik dan diikuti dengan
penjelasan kemajuan peserta didik. Hal ini penting bagi peserta didik agar
proses pembelajaran menjadi efektif, efisien dan menyenangkan. Selain itu,
kegiatan umpan balik sangat berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik.
3) Tindak lanjut
(follow up) adalah
berupa petunjuk
tentang apa yang harus dilakukan peserta didik setelah mengikuti tes formatif
dan mendapatkan umpan balik. Maksudnya peserta didik yang memperoleh hasil tes
formatif kurang harus mempelajari ulang materi tersebut. Sedangkan peserta
didik yang sudah memperoleh nilai baik tes formatif bisa meneruskan ke materi
selanjutnya, baik untuk memperdalam materi atau untuk mempersiapkan materi yang
akan datang. Namun, perlu diingat bahwa kegiatan ini merupakan salah satu
bentuk pemberian tanda atau bantuan
KESIMPULAN
Strategi pembelajaran menjadi faktor utama dalam
meningkatkan proses pembelajaran dan
keterampilan bahasa. Strategi yang terencana memegang peranan penting dalam proses pembelajaran. Agar strategi tersebut tidak
menjauh dari sasaran yang ingin dicapai perlu pemahaman yang lebih baik dalam
kegiatan pembelajaran bahasa. Strategi yang berhubungan secara langsung antara
pengajar dan peserta didik sehingga menimbulkan stimulus dan respon sangat
berperan penting.
Komponen program pengajaran yang berpusat pada
pengajar, peserta didik dan materi pengajaran juga perlu diterapkan agar
pembelajaran dapat terlaksana dengan baik. Strategi yang berpusat pada peserta
didik merupakan strategi pembelajaran yang memberikan kesempatan kepada peserta
didik untuk aktif sehingga pengajar hanya berperan sebagai fasilitator dan
motivator.
Dalam pembelajaran keterampilan berbahasa strategi
keterampilan menyimak, keterampilan berbicara, keterampilan membaca, dan
keterampilan menulis didukung oleh teknik pengajaran yang sesuai dan perlunya
penilaian keterampilan berbahasa dengan berbagai tes keterampilan untuk
mengetahui hasil dari proses pembelajaran. Sehingga dapat meningkatkan mutu dan
kualitas dalam keterampilan berbahasa setiap individu.
REFERENSI
Bambang Warsita, Strategi
Pembelajaran dan Implikaisnya Pada Peningkatan Efektivitas Pembelajaran,
Vol.XIII, No.1 Juni 2009
Fatimah dan Ratna Dewi
Sartika, Strategi Belajar & Pembelajaran dalam Meningkatkan Keterampilan
Bahasa, Vol. 1, No.2 Oktober 2018
Komentar
Posting Komentar