Manajemen Kelas
“
Manajemen Kelas”
By: Mala Azizah
A. Manajemen berasal dari bahasa Inggris
yaitu management yang memiliki arti pengelolaaan. Sedangkan kelas adalah tempat
berlangsungnya interaksi antara pendidik dengan peserta didik. Jadi manajemen
kelas adalah pengelolaan tempat belajar atau tempat berlangsungnya interaksi
anatara guru dan murid. Dalam kelas perlu adanya pengelolaan agar proses
belajar mengajara akan efektuf dan efisien, contohnya seperti pengelolaan atau
pengaturan serta pengorganisasian struktur kelas dan lainnya. Guru sebagai
petugas dalam pengelolaan di kelas.
Mengelola
kelas merupakan suatu upaya yang sangat strategis, karena dalam pendidikan
kelas adalah tempat yang penting untuk berlangsungnya suatu proses belajar
mengajar yang formal. Hal ini juga sejalan dengan kemandirian guru dalam
membangun interaksi yang aktif dengan peserta didiknya didalam kelas melalui
proses pembelajaran. Pengelolaan kelas merupakan keteraampilan guru untuk
menciptakan pembelaajaran yang menyenangkan bagi peserta didiknya.
B.
Guru merupakan orang yang bertugas dalam
pengelolaan kelas, jika guru mampu mengelola kelasnya dengan baik maka akan
tercipta suasana belajar yang efektif dan efisien serta menyenangkan bagi para
peserta didiknya, itu bisa melakukan hal tersebut guru hendaknya menguasi
beberapa prinsip pengelolaan kelas sebagai berikut:
·
Hangat dan antusias
Guru hendaknya bersikap hangat atau ramah
kepada peserta didiknya, mengayomi dan mau mendengarkan keluh kesah peserta
didiknya, tidak boleh acuh kepada peserta didik. Antusias guru juga di perlukan
dalam kelas, seperti antusias terhadap hasil tugas yang di kerjakan oleh
peserta didiknya agar peserta didik merasa di hargai atas apa yang merekaa
kerjakan.
·
Tantangan
Penggunaan kata-kata yang memberikan
tantangan kepaada peserta didik agar merekaa bergairah ketika dalam proses
pembelajaran berlangsung
·
Bervariasi
Maksud bervariasi adalah guru harus
menggunakan alat atau media yang berbagai macam daalam menyampaikan materi agar
peserta didik tidak bosan serta mengantuk ketika proses pembelajaran
berlangsung. Kreativitas guru sangat diperlukan ketika didalam kelas karena
biasanya peserta didik akan mudah merasa bosan apabila belajar di dalama kelas.
Jadi tugas guru harus mamapu memvariasikan pembelajaran dengan media yang baik
dna efektif.
·
Keluesan
Keluaesan tingkah laku guru dalam mengubah
strategi mengajarnya juga mencegah kemungkinan munculnya ganguan anak didik
seta menciptakan iklim belajar mengajara yang efektif.
·
Penekanan pada hal-hal yang positif
Guru harus mampu menekankan hal-hal yang
positif terhadap peserta didiknya, sperti belajar berfikir positif kepada suatu
hal yang terjadi, dan melakukan hal-hal yang positif. Biasanya ini akan mudah
di tiru oleh peserta didik apabila di contohkan oleh gurunya terlebih dahulu.
·
Penanaman Disiplin Pada Diri
Dalam pengelolalan kelas terdapat tujuan
akhir yang harus di ketajui oleh pendidik yaitu pembentukkan kedispilinana
dalam diir peserta diidknya, karena itu guru seharusnya mendorong perkembanagan
peserta didik dalam kedisplinan dan ini dimulai dari guru terlebih dahulu
sebagai pedoman kepada peserta didiknya.
C.
Tujuan Manajemen Kelas
Tujuan
manajemen kelas sebenarnya sudah terkandung dalam tujuan pendidikan, namun
menurut Sudirman (2010) tujuan utama manajemen kelas yaitu menyediakan
fasilitas bagi macam – macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan sosial,
emosional, dan intlektual dalam kelas.
Menurut
Arikunto (2010) bahwa tujuan manajemen kelas adalah agar setiap anak dikelas
dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan pengajaran secara
efektif dan efisien. Dapat disimpulkan bahwa berikut beberapa tujuan manajemen
kelas:
·
Mewujudkan situasi dan kondisi kelas yang
baik dan menyenangkan agar peserta didik mudah dalam memahami materi dan
menerima pelajaran.
·
Menghilangkan berbagai hambatan yang dapat
menjadi pengahalan terjadinya interaksi antara guru dengan peserat didik.
·
Menyediakan dan mengatur fasilitas belajar
mengajar yang akan mendukung dan memungkinkan siswa belajars esuai dengan
lingkungannya.
·
Membina dan membimbing siswa sesuai dengan
latar belakang sosial, ekonomi, dan budaya serta sifat-sifat individunya.
D.
Kegiatan Manajemen Kelas
Menurut
Sardiman ( Dalam Suryosubroto, 2002: 49) mengemukakan kegiatan pengelolaan
kelas atau manajemen kelas, yaitu ;
1. Mengatur
tata ruang kelas.
2. Menciptakan
iklim belajar yang serasi dengan kebutuhan dan kemamuan siswa.
E.
Ruang Lingkup Manajemen Kelas
Ruang
lingku merupakan cakupan atau batasan serta jangkauan, jadi ruang lingkup
manajemen adalah cakupan dari pengelolaan kelas, yaitu sebagai berikut:
a. Manajemen
Kurikulum
Kurikulum merupakan suatu cakupan kerja
yang digunakan oleh seorang guru sebagai
pedoman yang akan dicapai di dalam proses belajar mengajar.
b. Manajemen
Peserta didik
Peserta didik adalah orang yang memiliki
keinginan untuk belajar dan mengembangkan potensi diri. Jadi manajemen peserat
didik adalah suatu proses kegiatan yang direnacakan secara sengaja untuk
membina seluruh peserta diidk dalam lembaga pendidikan yang bersangkutan.
c. Kegiatan
akademik
Kegiatan akademik di artikan sebagai KBM
(teaching) diantaranya mempersiapkan materi sebelum mengajar, dan lainnya agar
pembelajaran bisa berjalan secara sistematis, efektif serta efisien.
d. Kegiatan
Administratif
Kegiatan administratif , ini merupakan
kondisi – kondisi yang perlu diperhatikan guru bagi kelancaran mengajarnya
seperti kegiatan-kegiatan prosedural dan kegiatan organisional.
F.
Pemasalahan dalam manajemen Kelas
Terdapat
dua bagian masalah dalam manajemen kelas, yaitu masalah individual dan
kelompok, berikut pembahasan mengenai masalah manajemen kelas:
Ø Masalah
Individual
Setiap individu memiliki kebutuhan dasar
untuk memiliki dan merasa bahwa dirinya berguna bagi orang lain. Jika seoarang
individu gagal atau tidak mampu untuk menjadi berguna dimata orang lain maka
dia kaan melakukan perilaku menyimpang, seperti tingkah laku destruktif pencari
perhatian yang aktif dijumpai pada anak anak yang suka pamer, melawak, membuat
onar dan lainya. Lalu perilaku menyimpang yang lain yaitu mencari kekuasaan,
dimana peserta didik ini akan menjadi penentang atas apa yang dikatakn gurunya
dan menjadi lebih jagoan di banding teman-teman lainnya.
Selanjutnya
menuntut balas, siswa yang menuntut balas ini biasanya frustasi yang amat
mendalam dan tidak menyadi bahwa dia sebenarnya mancari kesuksesan dengan cara
menyakiti orang lain. Anak – anak ini sangat pelupa, keras kepala, dan secara
pasif memperlihatkan ketidak patuhannya. Terakhir memperlihatkan ketidakmampuannya.
Maksudnya siswa ini akan memperlihatkan ketidakmampuannya dalam mencari sesuatu
atau dalam menyelesaikan masalah dan selalu membeci diri sendiri.
Ø Masalah
kelompok
Masalah pengarahan, seperti berorientasi
kepada tujuan pelajaran, mengkomunikasikan tujuan pelajaran kepada siswa,
memahami cara merusmuskan tujuan umum dan khusus, menyesuaikan tujuan pelajaran
dengan kemampuan dan kebutuhan siswa, merusmukan tujuan instruksional jelas.
Selanjutnya masalah kelompok mengenai
evaluasi dan penilaian, guru dalam tugasnya untuk merencanakan, melaksanakan,
evaluasi dan menemukan masalah-masalah sebagai berikut:
1. Guru
dalam menyusun kriteria keberhasilan tidak jelas.
2. Prosedur
evaluasi tidak jelas.
3. Guru
tidak melaksanakan prinsip-prinsip evaluasi yang efisien dan efektif
4. Kebanyakan
guru memiliki cara penilain yang tidak seragam atau berbeda-beda.
5. Guru
kurang menguasai teknik-teknik evaluasi.
Masalah
isi dan urutan – urutan pelajaran dalam membuat perencanaan pengajaran, yang
kemudian akan dilaksanakan dan di evaluasi. Biasanya guru dalam mengajar akan
menemukan beberapa masalah sebagai berikut:
1. Guru
yang masih kurang menguasai materi.
2. Materi
yang disajikan tidak relevan dengan tujuan pembelajaran.
3. Materi
yang di berikan terlalu luas.
4. Guru
masih kurang mampu dalam menyesuaikan penyajian bahan dengan waktu yaang
tersedia.
5. Guru
kurang mampu dalam mengembangkan materi pelajaran yang diberikannya kepada
peserat didik.
Masalah
metode dan sistem penyajian bahan pelajaran, untuk bisa menyajikan pelajaran
dengan menarik dan berhasil, oleh sebab itu guru perlu menguasai beberapa
teknik sistem penyajian. Biasa masalah yang muncul ialah kurang tepatnya
pemilihan metode dalam penyajian metode.
G.
Solusi dalam memecahkan Masalah
pengelolaan kelas
1. Behavior
Modification Approach ( Behaviorism Apparoach)
Asumsi yang mendasari pendekatan ini
adalah bahwa perilaku “baik” dan “buruk” individu meripakan hasil belajar.
Upaya yang dilakukan dalam pengelolaan kelas yaitu dengan membina perilaku yang
positif dan negatif untuk mengurangi perilaku menyimpang
2. Socio
– Meotional Climate Approach ( Humanistic Approach)
Asumsi yang mendasari pendekatan ini
adalaah bahwa proses belajar mengajar yang baik di dasari oleh adanya hubungan
interpersonal yang baik antara peserta didik dna guru.Guru sebaiknya mampu
untuk mengarahkan peserta didiknya ke arah yang lebih baik.
3. Pendekatan
Permisif
Dalam pengelolaan kelas pendekatan ini
akan membantu dalam memaksimalka kebebasan kepada peserta didik semua keputusan
akan di serahkan kepada peserta didik secara sepenuhnya dengan demikian peserta
didik akan merasa di beri kebebasan yang banyak.
4. Low
Structure Decision
Pada pendekatan ini siswa akan dibri
banyak pilihan dan kesempatan dalam menentukan pengalaman belajar yang akan
diperolehnya melalui otomi yang maksimum. Artinay peserat didik akan menetukan
pilihannya dengan melalui pengaalam yang mereka dapatkan ketika proses belajar-
mengajar.
5. High
structure Decision
Pendekatan ini merupakan suatu keputusan
yang di tekankan pada aturan guru dalam menciptakan lingkungan belajar. Artinya
guru yang akan menajdi penentu dalam suasana belajar siswa tidak di beri
kebebasan dalam milih pengalaamn belajarnya.
6. Pendekatan
Ancaman
Pendekatan ini memberikan ancaman kepada
peserat didik dalam rangka mencegah mereka dari perbuatan yang tidak
diinginkan, misalnya peserta didik akan dilarang ketika ingin melakukan hal
yang kurang baik, jika mereka melanggar maka akan di berikan ancaman berupa
hukuman atau sanksi.
7. Pendekatan
Proses Kelompok
Dalam pengelolaan kelas maka di perlukan
pengembangan dan pengelompokan yang efektif agar itu dapat memabntu proses
interaksi antara siswa.
8. Pendekatan
Resep (cookbook)
Pendekatan ini dilakukan dengan memberi
satu daftar yang dapat mengembangkan apa yang harus dan apa yang tidak boleh
dikerjakan yang dicatat suatu buku atau pengumuman di kelas agar mudah di
pahami peserta didik.
9. Pendekatan
Pluralistik
Pengelolaan kelas berusaha menggunakan berbagai macam
pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan belajar mengajar
berlangsung efektif dan efisien.
Pengelolaan
kelas atau manajemen kelas yang efektif adalah prasyarat yang mutlak bagi
terciptanya proses belajar mengajar yang efektif. Pengelolaan kelas menjadi
tugas utama seorang guru karena guru yang akan menjadi pengemudi dialam kelas
lalu peserat didik yang akan diarahkan
ketika berada di dalam kelas sesuai dengan tujuan dari pendidikan.
Dapat
dikatakan bahwa kegagalan seorang guru dalam mencapai tujuan pembelajaran
berbanding lurus juga dengan ketidakmampuannya dalam mengelola kelas yang baik.
Indikator dari kegagalan tersebut adalah prestasi belajar peserta didik yang
rendah, tidak sesuai denagn standar atau batas ukuran yang ditentukan. Karena
itu pengelolaan kelas merupakan kompetensi guru yang sangat penting. Guru
memiliki tanggung jawab yang begitu besar dalam keberhasilan seorang murid jika
guur mampu memberikan arahan dan bimbingan yang baik anak murid akan terarahkan
pendidikannya.
Mengelola
kelas salah satu cara guru dalam membantu peserta didik dalam mengembangkan
potensi dirinya, agar peserta didik bisa belajar dengan baik dan efektif. Maka
guru akan mengelola kelas menjadi tempat yang paling dirindukan oleh peserat
didik, jangan sampai mereka bosan denagn kelas. Biasanya belajar di dalam kelas
akan membuat peserta didik mudah bosan , nah disinilah tugas guru untuk membuat
kelas tersebut mearik perhatian peserta didiknya.
REFERENSI
Baiq Rohiyatun, Hubungan Prosedur Manajemen Kelas
dengan Kelncaran Proses Belaja Mengajar, Vol.2, No.2,Desember 2017. http://ejournal.mandalanursa.org/index.php/JUPE/articel/download/214/205
Sunhaji, Konsep
Manajemen Kelas dan Implikasinya dalam Pembelajaran, Jurnal Kependidikan, Vol.II, No.2, November
2014. http://ejournal.iainpurwokerto.ac.id/index.php/jurnalkependidikan/articel/view/551/494
Zainal Azman, Pengelolaan Kelas dalam Pembelajaran,
Edification, Vol.2, No.02, Januari 2020
Komentar
Posting Komentar