KULTUR SEKOLAH

 

Kultur Sekolah adalah budaya, nilai luhur, dan pemikiran  bersama serta pandangan hidup yang menjadi kebiasaan dalam suatu sekolah yang menjadi standar perilaku yang di harapkan sekolah kepada peserta didik maupun warga sekolahnya. Kultur sekolah dapat menjadi identitas dari suatu sekolah tersebut. Misalnya sekolah tersebut memiliki kultur atau budaya disiplin maka sekolah itu dikenal dengna kedisiplinannya.

Kultur sekolah sangat penting untuk ditanam dalam jiwa peserta didiknya oleh sebab itu dalam menentukan suatu kultur sekolah harus benar-benar yang terbaik.Dalam kultur sekolah terdapat dua pembagian, yaitu kultur sekolah positif dan negatai. Yang mana kultur positif itu harapan dari sekolah sedangkan kultur sekolah negatif tidak diharapkan namun sering muncul bahkan itu yang akan timbul dalam kultur sekolah. Jika tidak pandai dalam menyerap kultur maka kita atau warga sekolah akan tehasut oleh kultur sekolah yang negatif.

Contoh dari kultur negatif dalam sekolah ilaah yang siswa yang takut bertanya atau bahkan malas bertanya dalam pembelajaran sehingga mereka jadi pasif dalam proses KBM,perkelahian, tingkat bullying yang semakin hari meningkat serta tingkat toleransi antar agama yang semakin menurun, kedisiplinan, tutur kata yang baik,serta seringnya muncul jam pelajaran yang kosong atau hanya di berikan tugas saja sehingga peserta didik akan menguasai jam pelajaran dengan bermain saja. Hal ini biasa terjadi disekolah pedalaman dimana tenaga gurunya yang masih banyak kurang dan kultur negatif lainnya.

Contoh kultur positif` segala sesuatu yang dapat mendukung peningkatan mutu pendidikan. Misalnya penghargaan terhadap prestasi siswa dengan memberikan piagam atau piala atas pencapaiannya, lalu saling menghargai antar sesama warga sekolah, dapat disiplin dan tepat waktu, sopan santun, lalu ketetapan dalam belajar maksudnya jadwal belajar yang sudah ditentukan dan jam pelajaran yang teratur serta tidak ada jam pelajaran yang kosong dan kultur sekolah positif lainnya.

Lalu apa hubungan kultur sekolah dengan peningkatan / penurunan mutu pendidikan?, jawabannya adalah faktor penentu kualitas pendidikan itu tidak hanya menekankan pada faktor fisik saja seperti keberadaan guru yang berkualitas, kelngkapan sarana dan prasarana, namun juga non fisik, seperti kultur sekolah tersebut ( pandangan hidup serta nilai, norma dan simbol yang baik dan benar).

Kultur sekolah juga bisa dikatakan sebagai kebiasaan-kebiasaan yang di bangun atas kesadaran bersama dari seluruh warga sekolah seperti kepala sekolah, para guru, maupun peserta didiknya. Kultur sekolah dapat menjadi penyemangat dan pendorong efektifitas dalam proses pembelajaran oleh sebab itu di harapkan kultur sekolah harus dibangun secara efektif dan di usahakan dapat pendorong semangat peserta didik.

Sekolah yang berhasil membangun kultur sekolah yang baik akan memnghasilkan prestasi belajar yang tinggi baik akademiknya maupun non akademik misalnya dari tata cara kesopanan mereka berbicara dan efektifitas dalam penggunaan waktu belajar. Pentingnya penanaman kultur di sekolah adalah untuk membantu siswa mengurangi sifat yang kurang terpuji, misalnya siswa yang biasa mencontel dalam mengisi soal jika mereka sudah belajar mengenai kultur sekolah yang harus jujur maka dia tidak akan mencontek lagi untuk mendapatkan nilai terbaik. Selanjutnya kultur sekolah juga dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dengan guru yang selalu aktif masuk dan memberikan pembahasan yang benar.

Lalu semangat siswa dalam meraih prestasi karena adanya penghargaan terhadap prestasi yang diraih siswa, serta adanya tingkat toleransi yang dijunjung tinggi oleg sisiwa. Nah semua ini akan tercipta jika kultur sekolahnya baik dan teratur.

Kultur sekolah mempunyai arah pengembangan yang menjadi acuan nantinya, yaitu: standar moral yang tinggi dimana moral siswa akan didik dengan baik dna benar, lalu tanggung jawab seperti kerja keras, dan disiplin, selanjutnya jujur (kejujuran siswa / warga sekolah lainnya dalam menjalankan tugasnya di sekolah), kesopanan siswa, saling menghargai, serta terjalin hubungan yang baik antar warga sekolah.

Siapa yang berperan dalam mengengbangkan kultur sekolah?, pertama adalah peran kepala sekolahs ebagai pemimpin di dalam institusi sekolah. Kepala sekolah memiliki tanggung jawab yang besar atas keberhasilan dan kehidupan warga sekolahnya. Kultur sekolah sangat berkaitan erat dengan visi yang dimiliki oleh kepala sekolah tentang masa depan sekolahnya. Kepala sekolah berperan penting dalam kesuksesan sekolah dan warga sekolah, oleh sebab itu kepala sekolah harus mampu mengembanagakn kultur sekolah yang benar-benar terbaik. Kultur sekolah juga dapat dijadikan identitas suatu sekolah, mengapa demikian?, karena itulah yang akan menjadi pembeda anatar sekolah satu dengan sekolah lainnya.

Dalam membangun kultur sekolah tidak hanya di perlukan peran kepala sekolah saja, namun semua  berdasarkan kesepakatan warga sekolah seperti guru, staf dan peserta didik. Kultur sekolah dapat mencerminkan budaya dan perilaku serta moral sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan.

Budaya (kultur sekolah) yang baik, mampu menampilkan perilaku iman, takwa, kreatisfitas, inovatif, dan toleransi yang tinggi. Manfaat yang dapat di ambil dari budaya sekolat atau kultur sekolah adalah dapat membuka jalinanan komunikasi yang baik, saling ketebukaan, kerja sama yang baik, menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

Djemari dalam Srinatun (2011:65) membagi karakteristik peran kultur sekolah berdasarkan sifatnya dapat dibedakan menjadi tiga yaitu:

a.       Bernilai strategis, maksudnya dalah budaya dapat memberikan efek pada kehidupan sekolah secara dinamis. Misalnya memberi peluang pada warga sekolah untuk bekerja secara efisien, disiplin, tertib. Kultur sekolah merupakan milik kolektif artinya kultur sekolah dapat dikembaangkan secara bersama-sama.

b.      Memiliki Daya Ungkit

Kultur sekolah yang baik dapat mendorong warga sekolah untuk berfikir maju dan berinovasi dalam melakukan hal-hal yang baru. Karena dengan adanya kultur sekolah prestasi yang di berikan warga sekolaha kan di hargai.

c.       Berpeluang sukses

Kultur sekolah yang berpeluang sukses adalah budaya yang memiliki adalah kultur yang memiliki daya ungkit atau daya gerak yang tinggi. Hal ini sangat peting untuk menumbuhkan rasa keberhasilan dan rasa mampu unutk melaksanakan tugas dengan baik. Mislanya budaya gemar membaca, buaday gemar membaca ini dikalangan sisiwa dapat mendorong mereka untuk banyak mengetahui tentang berbagai macam persoalan yang mereka pelajari di lingkungan sekolah. Begitu juga bagi guru mereka akan semakin  banyak memiliki pengetahuan jika mereka memahami tentang mutu/kualitas yang akan menentukan keberhasilan seseorang.

Membangun Kultur dan warga sekolah,sebenarnya kualitas sebuah lembag pendidikan dapat dilihat dari sejuah mana keberhasilannya dalam meningkatkan kultur organisasi atau institusi. Khusus untuk lembaga pendidikan formal seperti sekolah kultur yang dibangun adalah nilai-nilai atau norma-norma yang di anut dari genarasi ke generasi.

Kultur sekolah dapat mempengaruhi perubahan sikap dari warga sekolahnya, dimana perilaku warga sekolah akan di bentuk oleh kultur sekolah itu sendiri. Berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia, juga perlu diciptakan kultur yang baik. Pada semua tenaga pendidik dan peserta didik harus ada komunikasi yang baik. Untuk siswa perlu ditingkatkan motivasi belajar dan pentingnya kedisiplinan, seperti yang sudah saya jelaskan diatas. Kedisiplinan sangat penting dalam dunia pendidikan, yang akan membentuk pribadi manusia yang baik.

Sosialisasi budaya sekolah atau kultur sekolah dapat dilakukan dalam bentuk rapat dinas dan pajangan yang ditempel dilingkungan sekolah sehingga dapat dibaca oleh seluruh warga sekolah. Setiap nilai-nilai kegaan ataupu nilai positif perlu di implementasikan agar terciptanya hubungan yang harmonis antar warga sekolah.

Cara mudah menerapkan kultur sekolah yaitu memanfaatkan pergaulan sehari-hari dalam pendidikan, ini merupakan cara yang efektif dan mudah seklai untuk dijadikan kebiasaan karena ini sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dalam dunia pendidikan. Cara ini juga bisa menjadi kunci yang tepat dalam pembentukkan kepribadian peserta didik maupun warga sekolah lainnya.

Hubungan peserta didik dan pendidik juga akan terjalin dengan kondusif, misalnya setiap masuk ruang kelas sebelum memulai pelajaran maka peserta didik wajib mengucapkan salam dan mencium tangan gurunya, atau menerapkan 3 m (senyum,salam,sapa). Itu bisa membentuk pribadi peseta didik agar lebih menghargai dan menghormati gurunya.

Mengembangkan kerja sama yaang baik antara pendidik dalam interaksi yang formal seperti sekolah itu juga merupakan tujuan dari visi dan misi setiap sekolah.

Sumber belajar itu tidak hanya  dari buku atau manusia, tetapi juga dari lingkungan dan pengalaman kita dalam belajar. Itu akan menjadi sumber ketika kita memulai sesuatu. Budaya yang ada disekitar lingkungan sekolah itu bisa di jadikan sumber. Oleh sebab itu warga sekolah wajib menerapkkannya agar terciptanya proses pembelajaran yang baik sehingga terbentuklah kepribadian atau karakter siswa dalam tercapainya tujuan yang harapkan oleh pihak sekolah.

Tujuan pendidikan yang paling utama menurut Socrates adalah membentuk peserta didik menjadi ‘good and smart” yang menjadi insan berakhlak mulia, atau berbudi pekerti luhur serta cerdas, kreatif, dan kritism (Djali,2006). Indonesia telah menjabarkan hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dalam pasal 3 “ pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermanfaat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, cakap, kreatif, mandiiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

Nah untuk mewujudkan itu semua sekolah akan menjadi tempat pertama dalam membentuk watak peserta didik, karena sebagian besar waktu peserta didik ada disekolah. Guru sebagai pembimbing mereka yang akan membantu menunjukkan bagaimana budaya yang sebaiknya harus mereka jalankan serta terapkan dalam kehidupan sehari-hari namun guru juga menjadi contoh dan panutan bagi mereka, oleh sebab itu guru harus memberikan contoh budaya yang baik sebagai pedoman untuk peserat didiknya.

Pengembangan kultur (budaya) di sekolah memang sangat di perlukan bahkan akan menjadi kewajiban setiap sekolah untuk mngembangkan kultur sekolahnya. Karena semakin baik kultur suatu sekolah maka akan berpengaruh pada peningkatan mutu pendidikan dan lahirnya generasi yang cerdas, kreatif, inovatif, dan berbudi pekerti yang baik. Kultur sekolah juga akan menjadi  indentitas suatu sekolah, apabilasekolah itu mampu mengembangkan kultur nya dengan baik maka baik pula identitas yang dimilikinya.

Kultur budaya sekolah dapat dikembangkan melalui sejarah sekolah itu sendiri yang diturunkan dari generasi ke generasi. Misalnya tentang senyum dan salam ketika pergi dan pulang sekolah kepada semua guru bahkan kepala sekolah. Begitulah gambaran mengenai kultur sekolah dan peran petingnya dalam sekolah serta peserta didik.

 

 

 

 

 

 

REFERENSI

Roemintoyo, Manajemen Kultur Sekolah (konsep, Operasional, dan Temuan-temuan Penelitian), Vol. VI, No.2 Juli 2013

Nurul Imtihan, Kultur Sekolah dan Kinerja Peserta Didik MAN Yogyakarta III, Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, VOL.6, No.2, Agustus 2018

Kinanthi Sinta Dewi, Manajemen Kultur Sekolah untuk Meningkatkan Pendidikan Karakter Anak di SD Nglindur Girisubo, Yogyakarta, 28 September 2019

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PERANGKAT PEMBELAJARAN (SILABUS, RPP, MEDIA PEMBELAJARAN, BAHAN AJAR, LKS DAN PERANGKAT EVALUASI)

Empat Kompetensi Guru Profesional

STRATEGI PEMBELAJARAN